Sabtu, 30 April 2016

The Value of Service Operation

Nilai dari Pelayanan Operasi

Setiap poin dari Information Technology Infrastructur Library (ITIL) atau diartikan sebagai Pustaka Infrastruktur Teknologi Informasi memiliki tambahan nilai bagi suatu bisnis. Servis Operasi menjalankannya dengan membawa keluar prosesnya dan melakukan pelayanan sesuai dengan yang dimaksudkan dari strategi pelayanan, desain pelayanan dan transisi pelayanan dalam siklus kehidupan.

Servis Operasi adalah bagian yang paling terlihat dari suatu organisasi IT, dan bagian terdekat antara organisasi dengan pengguna dan customer. Efektifitas dan Efisiensi dari penyampaian pelayanan adalah target utama yang di ekspektasikan kepada bagian Servis Operasi ini.

Inti dari bagian ini adalah, bagaimana suatu organisasi dapat memberikan pelayanan melalui bagian Servis Operasi yang berbasis pada ITIL sehingga tercipta komunikasi yang baik antara organisasi dengan user dan customer  

Sabtu, 26 Maret 2016

1. Manajemen menurut Ahli

"Management is the process of planning, organizing, leadership, and control efforts using all members of the organization and the organization's resources to achieve its intended purpose" - James A.F Stoner

"Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan" - James A.F Stoner

"Management is a multi-purpose organ that manages business and manages managers and manages workers and work." - Peter E Drucker

"Manajemen adalah suatu organ yang memiliki beberapa tujuan yang mengurusi bisnis, memanaj para manajer dan memanaj pekerja dan pekerjaannya" - Peter E Drucker

source : http://kalyan-city.blogspot.co.id/2011/04/what-is-management-definitions-meaning.html

2. Fungsi Manajemen
Stoner formulate the four functions of management as follows:
Stoner merumuskan empat fungsi manajemen sebagai berikut :

- Planning (planning) suggests that managers consider the purpose and activities prior to implementation. Their activities are usually based on a method, plan or logic, not merely guess.

- Perencanaan (planning) menunjukan bahwa para manajer memikirkan tujuan dan kegiatannya sebelum melaksanakannya. Kegiatan mereka biasanya berdasar suatu cara, rencana, atau logika, bukan asal tebak saja.


- Organizing (organization) means the managers coordinate human resources and material resources of the organization. The extent to which an organization's effectiveness depends on its ability to deploy existing resources to achieve its goals. Of course, with a more integrated and more terarahnya work will result in more effective organization. Getting Such coordination is one of the task manager.

- Pengorganisasian (organization) berarti para manajer itu mengkoordinir sumber daya manusia dan sumber daya bahan yang dimiliki organisasi. Sejauh mana efektifnya suatu organisasi tergantung pada kemampuannya untuk mengerahkan sumber daya yang ada dalam mencapai tujuannya. Tentu saja, dengan makin terpadu dan makin terarahnya pekerjaan akan menghasilkan makin efektifnya organisasi. Mendapatkan koordinasi yang sedemikian itu adalah salah satu tugas manajer.

- Lead (to lead) shows how managers direct and influence their subordinates, use others to perform specific tasks, with creating the right atmosphere, they help their subordinates to work as possible.

- Memimpin (to lead) menunjukan bagaimana para manajer mengarahkan dan mempengaruhi bawahannya, menggunakan orang lain untuk melaksanakan tugas tertentu, Dengan menciptakan suasana tepat, mereka membantu bawahannya bekerja sebaik mungkin.

- Control (controlling) means that managers attempt to ensure that the organization is moving in the direction of the goal. When one part of the organization headed in the wrong direction, as managers try to find why and then pointed it back to the correct destination.

- Pengendalian (controlling) berarti para manajer berusaha untuk meyakinkan bahwa organisasi bergerak dalam arah tujuan. Apabila salah satu bagian dari organisasi menuju arah yang salah, para manajer berusaha untuk mencari sebabnya dan kemudian mengarahkannya kembali ke tujuan yang benar.

source : http://studimanajemen.blogspot.co.id/2012/08/fungsi-manajemen-menurut-james-af-stoner.html
http://smartitmanagement.blogspot.co.id/2008/10/definition-of-management.html


3. Proses Manajemen

A. Planning

Planning is looking ahead. According to Henri Fayol, drawing up a good plan of action is the hardest of the five functions of management. This requires an active participation of the entire organization. With respect to time and implementation, planning must be linked to and coordinated on different levels. 

Planning berarti perencanaan kedepan. Merujuk pada Henry Fayol, membuat sebuah rencana yang bagus dari suatu aksi adalah bagian tersulit dari 5 konsep fungsi manajemen. Karena membutuhkan partisipasi dari seluruh lapisan organisasi. Dengan melihat keadaan waktu dan implementasinya, perencanaan haruslah melihat dan berkoordinasi dengan bagian-bagian lainnya.

B. Organizing

An organization can only function well if it is well-organized. This means that there must be sufficient capital, staff and raw materials so that the organization can run smoothly and that it can build a good working structure. The organizational structure with a good division of functions and tasks is of crucial importance. When the number of functions increases, the organization will expand both horizontally and vertically.

Sebuah organisasi dapat berfungsi dengan semestinya apabila ia terorganisir dengan rapi. Ini berarti bahwa ada keseimbangan antara modal, para staff dan material dasar sehingga organisasi dapat berjalan mulus dan membentuk sebuah struktur kerja yang baik. Struktur organisasi yang memiliki divisi yang berkerja baik dan tugas yang memiliki banyak fungsi, sangatlah krusial dan penting. Ketika suatu fungsi bertambah, maka organisasi akan berkembang baik secara horizontal maupun vertikal.

C. Commanding

When given orders and clear working instructions, employees will know exactly what is required of them. Return from all employees will be optimized if they are given concrete instructions with respect to the activities that must be carried out by them. Successful managers have integrity, communicate clearly and base their decisions on regular audits. They are capable of motivating a team and encouraging employees to take initiative.

Ketika diberi perintah dan tugas pekerjaan yang jelas, seorang karyawan akan mengetahui secara pasti apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Semua feedback dari karyawan akan meningkat apabila mereka diberi instruksi yang kongkret dengan tetap menghormati aktifitas yang sekiranya bisa karyawan tersebut lakukan. Seorang manajer yang sukses ialah yang memiliki integritas, komunikasi yang baik dan memiliki dasar pilihan dalam mengaudit sesutu. Ia juga berkapabilitas dalam memotivasi tim nya dan mendorong para karyawan agar berani mengambil inisiatif.

D. Coordinating

When all activities are harmonized, the organization will function better. Positive influencing of employees behaviour is important in this. Coordination therefore aims at stimulating motivation and discipline within the group dynamics. This requires clear communication and good leadership.


Apabila seluruh aktifitas berjalan harmonis, maka organisasi akan berfungsi dengan lebih baik. Pengaruh positif dari tingkah laku sang karyawan sangat penting disini. Oleh karena itu, tujuan dari koordinasi ialah merangsang motivasi dan kedisiplinan dari grup yang bersifat dinamis. Koordinasi ini membutuhkan komunikasi yang baik dan kepemimpinan yang baik pula.

E. Controlling

By verifying whether everything is going according to plan, the organization knows exactly whether the activities are carried out in conformity with the plan.

Dengan memastikan segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana awal, organisasi haruslah mengetahui secara pasti mana aktivitas yang mulai berjalan keluar dari perencanaan awal.

source : http://www.toolshero.com/management/five-functions-of-management/


4. Peranan Manajemen dari Mintz Berg
Mintzberg published his Ten Management Roles in his book, "Mintzberg on Management: Inside our Strange World of Organizations" in 1990.
The ten roles are:

  1. Figurehead 
  2. Leader.
  3. Liaison.
  4. Monitor.
  5. Disseminator.
  6. Spokesperson.
  7. Entrepreneur.
  8. Disturbance Handler.
  9. Resource Allocator.
  10. Negotiator.
Mintzberg mempublikasikan 10 peran manajemennya dalam bukunya yang berjudul "Mintzberg on Management: Inside our Strange World of Organizations" yang diterbitkan di tahun 1990.
10 peranan itu ialah :

  1. Figurehead (Figur panutan)
  2. Leader (Pemimpin)
  3. Liaison (Pemilik banyak link/relasi)
  4. Monitor (Pengawas)
  5. Disseminator (Penyebar info)
  6. Spokeperson (Juru bicara)
  7. Entrepreneur (Pengusaha)
  8. Disturbance Handler (Penangan Gangguan)
  9. Resource Allocator (Pengalokasi sumber)
  10. Negotiatior (Ahli negosiasi)
source : https://www.mindtools.com/pages/article/management-roles.htm

5. Teori Organisasi Klasik
a. Henry Fayol
        Teori organisasi klasik terbagi menjadi 3 yaitu teori administrasi, birokasi dan manajemen ilmiah. Teori administrasi dikemukakan oleh Henry Fayol. Henry Fayol mengambil pendekatan top-down untuk manajemen dengn berfokus pada praktek-praktek manajerial untuk meningkatkan efisiendi dalam organisasi
         Prinsip-prinsip manajemen yang dikembangkan oleh Henry Fayol:
          1. Division of work
             Setiap pekerjaan harus dibagi menjadi tugas kecil dan harus ditetapkan sesuai dengan keahliannya.
          2. Authority and responsibility
             Hak untuk bertindak memberikan pesanan dan perintah sementara tanggung jawab berarti untuk mencapai tujuan.
          3. Discipline
             Fayol menyatakan disiplin dalam hal ketaatan, aplikasi, dan rasa hormat kepada atasan.
          4. Unity of command
             Bawahan harus menerima perintah hanya dari satu atasan.
          5. Unity of direction
             Semua yang bekerja dalam organisasi harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama di bawah satu rencana dan satu kepala.
          6. Subordination of individual interest to common interest
             Para pekerja bekerja demi kepentingan umum organisasi, bukan untuk kepentingan individu.
          7. Remuneration
             Pemberian upah harus adil dan memadai, Baik yang berhubungan dengan keuangan maupun yang tidak berhubungan dengan keungan.
          8. Centralization
             Harus ada satu titik tengah dalam organisasi yang melatih keseluruhan arah dan mengontrol dari semua bagian.
          9. Scalar Chain
               Jaringan skalar adalah jaringan atau garis komando dari atasan ke bawahan.
          10. Order
              Sebaik-baiknya hanya satu perintah dapat memberikan pengelolaan yang efisien.
          11. Equity
              Ekuitas akan menciptakan kesetiaan dan pengabdian antara karyawan.
          12. Stability of tenure personnel
              Dalam sebuah organisasi keamanan pekerjaan bagi karyawan sangat penting. Manajemen meprioritaskan pertahanan produktif karyawan.
          13. Esprit de corps
              Manajemen harus mendorong keselarasan dan pemahaman yang tepat antara para pekerja
          14. Initiative
              Manajer harus mendorong karyawan berinisiatif untuk kerja kreatif.
     b. Max Weber
        Teori birokrasi ini dikemukakan oleh Max Weber. Menurut Max Weber teori birokrasi adalah bentuk organisasi yang paling efisien. Menurut Max Weber masyarakat akan mengalami situasi birokrasi dan mustahil untuk menghindari birokrasi. Dengan demikian masyarakat akan menjadi semakin lebih berfikir rasional. Max Weber memiliki elemen kunci dalam teori birokrasi ini, yaitu:
          · Peran didefinisikan secara jelas berdasarkan pekerjaan
          · Hirarki otoritas
          · Prosedur standar
          · Pencatatan teliti
          · Mempekerjakan karyawan hanya jika mereka memenuhi kualifikasi tertentu untuk pekerjaan
     c. Marly Parker Follett
        Menurut Marly Parker Follet didalam teori organisasi klasik terdapat hubungan manusia dengan tingkah laku. Didalam Organisasi terdapat sistem sosial dam aspek-aspek psikologis dan sosiologis. Dia menyarankan para manajer untuk menggunakan konflik secara konstruktif dengan menyarankan tiga cara untuk melakukan hal yang sama, yaitu:
          · Dominasi menyelesaikan konflik
          · Kompromi
          · Integrasi untuk menyelesaikan konflik
source : http://managementlearningcenter.blogspot.co.id/2012/08/principle-of-management-contribution-of.html
 
https://www.boundless.com/management/textbooks/boundless-management-textbook/organizational-theory-3/classical-perspectives-29/administrative-management-fayol-s-principles-167-4018/ 
http://www.business.com/management/management-theory-of-max-weber/

https://www.boundless.com/management/textbooks/boundless-management-textbook/organizational-theory-3/classical-perspectives-29/bureaucratic-organizations-weber-166-4016/

http://publicadministrationtheone.blogspot.co.id/2012/07/scientific-management-and-scientific.html

6. Teori Machiavelli

Machiavelli's insistence on the practicality of his political advice is most evident in his consideration of the personality, character, and conduct of the successful ruler. (Prince 15) No matter what idealistic notions are adopted as principles of private morality, he argued, there is no guarantee that other people will follow them. In order to achieve success in public life, the ruler must know precisely when and how to do what no good person would ever do. 

Machiavelli mendesak dalam sebuah nasehat politiknya bahwa yang paling penting adalah kepribadian, karakter dan perilaku dari para penguasa yang sukses. Tidak peduli apa gagasan idealis yang diadopsi sebagai suatu prinsip -dia mengatakan- bahwa tidak ada jaminan bahwa itu semua akan membuat orang mengikuti penguasa tersebut. Untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan masyarakat, seorang pemimpin haruslah tau persis kapan dan bagaimana untuk berbuat sesuatu yang tidak akan pernah dilakukan oleh orang yang baik.  

All of this talk about skillful leadership would be pointless, of course, if human beings do not in fact have control over their own actions, but must constantly live at the mercy of blind fate or fortune. 

Semua ucapan tentang pemimpin yang berdedikasi akan tidak berarti, tentunya, bila orang-orang pada kenyataannya tidak mampu mengontrol tindakannya sendiri, selain hanya berharap pada belas kasih dari takdir buta atau keberuntungan.

source : http://www.philosophypages.com/hy/3v.htm

7. Teori Maozedong
At its core, Maoism is first and foremost a utopian vision. Throughout Mao's political career, he fought for the ideal of universal justice and equality "all under heaven." This vision derived at one level from Mao's Sinification of Karl Marx's concept of a communist society, yet it was also compatible with the age-old Confucian ideal of a "society of great harmony." Despite the vision's central position in Mao's conceptual realm, Mao was never able to define clearly the path and the means by which it would be turned into reality. 

Sebagai intinya, Maoism adalah sebuah visi utopia yang pertama. Sepanjang karir politik Mao, dia berjuang dengan idealisme kesetaraan universal dengan semboyan "all under heaven" (semua dibawah naungan surga). Visi ini berasal dari salah satu tingkat konsep komunis-sosialis milik Karl Marx, yang ini juga selaras dan seumur dengan konsep "society of great harmony" atau "keharmonisan masyarakat". Terlepas dari visi akan konsep dunia Mao, ia tidak pernah mampu mendefinisikan secara jelas tentang jalan apa yang harus dilakukannya untuk merealisasikan pemikirannya tersebut.

(Secara inti, teori Mao mengusung konsep sosialis-komunis yang ingin menyetarakan kebahagiaan seluruh masyarakatnya. Dengan memimpin secara tegas dan ketat serta membuat batasan-batasan sehingga seluruh masyarakat dari segala aspeknya akan merasakan kebahagiaan atau penderitaan yang sama)

source : http://www.encyclopedia.com/topic/Maoism.aspx

8. Filosofi Frederick A Taylor

In 1911, Frederick Winslow Taylor published his work, The Principles of Scientific Management, in which he described how the application of the scientific method to the management of workers greatly could improve productivity. Scientific management methods called for optimizing the way that tasks were performed and simplifying the jobs enough so that workers could be trained to perform their specialized sequence of motions in the one "best" way.

Pada 1911, Frederick Winslow Taylor mempublikasikan hasil kerjanya, The Principles of Scientific Management atau Prinsip-Prinsip Manajemen Sains, yang didalamnya dia deskripsikan bagaimana mengaplikasikan metode saintifik menjadi sebuah sistem manajemen karyawan yang dapat mendongkrak produktifitas secara drastis. Metode manajemen saintifik disebut-sebut sebagai pengoptimalan pada pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan dan mempersingkat pekerjaan itu sehingga para pekerja dapat dilatih untuk melakukan pekerjaan tersebut hingga mahir dalam bidang tersebut.

Prior to scientific management, work was performed by skilled craftsmen who had learned their jobs in lengthy apprenticeships. They made their own decisions about how their job was to be performed. Scientific management took away much of this autonomy and converted skilled crafts into a series of simplified jobs that could be performed by unskilled workers who easily could be trained for the tasks.

Merujuk pada manajemen saintifik, pekerjaan dilakukan oleh tangan-tangan para pengrajin yang sudah berpengalaman dan memperdalam ilmu praktek pekerjaan bidang mereka. Mereka sendiri-lah yang menentukan bagaimana mereka akan melakukan tugas mereka. Manajemen saintifik mengambil jauh langkah tentang otonomi dan merubah sebuah pekerjaan sulit menjadi tugas yang sederhana, yang dapat dikerjakan bahkan oleh orang tidak terlatih yang nantinya akan dilatih dan difokuskan untuk melakukan tugas pekerjaan tersebut.

source : www.netmba.com/mgmt/scientific/

Jumat, 12 Februari 2016

Tugas Inovasi
Tugas Kreatifitas

Pada tugas kreatifitas kali ini, saya akan mempresentasikan singkat mengenai karya sederhana saya yaitu "Gantungan Headphone" yang terbuat dari penjepit kertas.

Bahan yang digunakan hanyalah penjepit kertas yang biasa kita miliki. Terkadang peralatan yang kita miliki memiliki fungsi yang tidak kita ketahui. Termasuk penjepit kertas ini.


Saya memiliki sebuah headphone yang saya gunakan untuk bermain vide game di komputer saya. Namun problem mahasiswa ialah "Meja yang berantakan" sehingga tidak memungkinkan bagi saya untuk meletakkan headphone saya diatas meja. 


Hingga kemudian saya berfikir harus menciptakan sebuah gantungan untuk headphone saya, yang terletak tidak diatas meja. Mungkin dibawah atau disamping. Namun saat saya melihat sebuah gantungan kertas fotocopy soal, saya kemudian teringat tentang artikel manfaat sebuah penjepit kertas. Dan akhirnya saya terfikir membuat satu untuk gantungan headphone yang saya miliki.

Konsepnya sangat sederhana. Saya menjepitkan bagian depannya ke sedikit celah besi pada bawah meja saya. Kemudian menggunakan bagian belakangnya sebagai pengait untuk menggantung headphone yang saya miliki.

Sekian artikel kreatifitas yang saya miliki. Mohon maaf apabila ada kekurangan :)


A. Definisi Budaya
Menurut wikipedia, Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar, dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
 
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

B. Kebudayaan
Banyak berbagai definisi tentang kebudayaan yang telah di paparkan oleh para ahli. Dari berbagai definisi dapat diperoleh kesimpulan mengenai pengertian kebudayaan yaitu sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Kata budaya atau kebudayaan itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Secara lebih rinci, banyak hal-hal yang dapat kita pelajari tentang definisi kebudayaan. Bagaimana cara pandang kita terhadap kebudayaan, serta bagaimana cara untuk menetrasi kebudayaan yang faktanya telah mempengaruhi kebudayaan lain. - See more at: http://duniabaca.com/definisi-budaya-pengertian-kebudayaan.html#sthash.YZKaT6g7.dpuf
Banyak berbagai definisi tentang kebudayaan yang telah di paparkan oleh para ahli. Dari berbagai definisi dapat diperoleh kesimpulan mengenai pengertian kebudayaan yaitu sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Kata budaya atau kebudayaan itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Secara lebih rinci, banyak hal-hal yang dapat kita pelajari tentang definisi kebudayaan. Bagaimana cara pandang kita terhadap kebudayaan, serta bagaimana cara untuk menetrasi kebudayaan yang faktanya telah mempengaruhi kebudayaan lain. - See more at: http://duniabaca.com/definisi-budaya-pengertian-kebudayaan.html#sthash.YZKaT6g7.dpuf
Banyak berbagai definisi tentang kebudayaan yang telah di paparkan oleh para ahli. Dari berbagai definisi dapat diperoleh kesimpulan mengenai pengertian kebudayaan yaitu sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

Kata budaya atau kebudayaan itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Secara lebih rinci, banyak hal-hal yang dapat kita pelajari tentang definisi kebudayaan. Bagaimana cara pandang kita terhadap kebudayaan, serta bagaimana cara untuk menetrasi kebudayaan yang faktanya telah mempengaruhi kebudayaan lain.

C. Wujud Budaya
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
  • Gagasan (Wujud ideal)
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan, dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
  • Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati, dan didokumentasikan.
  • Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur, dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
Sedangkan menurut Koentjaraningrat, wujud kebudayaan dibagi menjadi nilai budaya, sistem budaya, sistem sosial, dan kebudayaan fisik.
  • Nilai-nilai Budaya
    Istilah ini, merujuk kepada penyebutan unsur-unsur kebudayaan yang merupakan pusat dari semua unsur yang lain. Nilai-nilai kebudayaan yaitu gagasan-gagasan yang telah dipelajari oleh warga sejak usia dini, sehingga sukar diubah. Gagasan inilah yang kemudian menghasilkan berbagai benda yang diciptakan oleh manusia berdasarkan nilai-nilai, pikiran, dan tingkahlakunya.
  • Sistem Budaya
    Dalam wujud ini, kebudayaan bersifat abstrak sehingga hanya dapat diketahui dan dipahami. kebudayaan dalam wujud ini juga berpola dan berdasarkan sistem-sistem tertentu.
  • Sistem Sosial
    Sistem sosial merupakan pola-pola tingkah laku manusia yang menggambarkan wujud tingkah laku manusia yang dilakukan berdasarkan sistem. Kebudayaan dalam wujud ini bersifat konkret sehingga dapat diabadikan.
  • Kebudayaan Fisik
    Kebudayaan fisik ini merupakan wujud terbesar dan juga bersifat konkret. Misalnya bangunan megah seperti candi Borobudur, benda-benda bergerak seperti kapal tangki, komputer, piring, gelas, kancing baju, dan lain-lain
C. Sudut Pandang Kebudayaan

 1. Kebudayaan sebagai peradaban

Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan "budaya" yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18, dan awal abad ke-19. Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa, dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya.
Mereka menganggap 'kebudayaan' sebagai "peradaban" sebagai lawan kata dari "alam". Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan; salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.


Pada prakteknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda, dan aktivitas yang "elit" seperti misalnya memakai baju yang berkelas, fine art, atau mendengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas.

Sebagai contoh, jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang "berkelas", elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan, dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah "berkebudayaan".
Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu, dan menjadi tolak ukur norma, dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang "berkebudayaan" disebut sebagai orang yang "tidak berkebudayaan"; bukan sebagai orang "dari kebudayaan yang lain." Orang yang "tidak berkebudayaan" dikatakan lebih "alam," dan para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran "manusia alami" (human nature)

Sejak abad ke-18, beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan, dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu -berkebudayaan, dan tidak berkebudayaan- dapat menekan interpretasi perbaikan, dan interpretasi pengalaman sebagai perkembangan yang merusak, dan "tidak alami" yang mengaburkan, dan menyimpangkan sifat dasar manusia.
Dalam hal ini, musik tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan "jalan hidup yang alami" (natural way of life), dan musik klasik sebagai suatu kemunduran, dan kemerosotan.

Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam, dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap "tidak elit" dan "kebudayaan elit" adalah sama - masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan.

Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi, dan dikonsumsi oleh banyak orang.

 2. Kebudayaan sebagai "sudut pandang umum"

Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme - seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria - mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam "sudut pandang umum".
Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan, dan kekhasan masing-masing. Karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun begitu, gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara "berkebudayaan" dengan "tidak berkebudayaan" atau kebudayaan "primitif."
Pada akhir abad ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh, dan berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.
Pada tahun 50-an, subkebudayaan - kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya - mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada abad ini pula, terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan - perbedaan, dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.

 3. Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi

Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan, dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme

D.  Kebudayaan Menurut Wilayah
Seiring dengan kemajuan teknologi, dan informasi, hubungan, dan saling keterkaitan kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. Selain kemajuan teknologi, dan informasi, hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, migrasi, dan agama.
Afrika
Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa, seperti kebudayaan Sub-Sahara. Sementara itu, wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab, dan Islam.
Amerika
Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku Asli benua Amerika; orang-orang dari Afrika (terutama di Amerika Serikat), dan para imigran Eropa terutama Spanyol, Inggris, Perancis, Portugis, Jerman, dan Belanda.
Asia
Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain, meskipun begitu, beberapa dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lain, seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan Jepang, Korea, dan Vietnam.
Dalam bidang agama, agama Budha dan Taoisme banyak memengaruhi kebudayaan di Asia Timur. Selain kedua Agama tersebut, norma dan nilai Agama Islam juga turut memengaruhi kebudayaan terutama di wilayah Asia Selatan dan tenggara.
Australia
Kebanyakan budaya di Australia masa kini berakar dari kebudayaan Eropa dan Amerika. Kebudayaan Eropa, dan Amerika tersebut kemudian dikembangkan, dan disesuaikan dengan lingkungan benua Australia, serta diintegrasikan dengan kebudayaan penduduk asli benua Australia, Aborigin.
Eropa
Kebudayaan Eropa banyak terpengaruh oleh kebudayaan negara-negara yang pernah dijajahnya. Kebudayaan ini dikenal juga dengan sebutan "kebudayaan barat". Kebudayaan ini telah diserap oleh banyak kebudayaan, hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna bahasa Inggris, dan bahasa Eropa lainnya di seluruh dunia. Selain dipengaruhi oleh kebudayaan negara yang pernah dijajah, kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani kuno, Romawi kuno, dan agama Kristen, meskipun kepercayaan akan agama banyak mengalami kemunduran beberapa tahun ini.
Timur Tengah, dan Afrika Utara
Kebudayaan didaerah Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini kebanyakan sangat dipengaruhi oleh nilai, dan norma agama Islam, meskipun tidak hanya agama Islam yang berkembang di daerah ini.



Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://www.google.co.id

A. Pengertian
Setiap organisasi selalu membutuhkan suatu perubahan, perubahan tersebut sebagai reaksi terhadap perubahan dalam lingkungan organisasi tersebut. Perubahan organisasi mengacu kepada hal yang berkaitan dengan aktivitas pelaksanaan tugas di dalam suatu organisasi, sehingga menuju kepada suatu keadaan di dalam perusahaan tersebut yang dianggap lebih baik oleh pihak manajemen seiring dengan berjalannya waktu. Restrukturisasi organisasi adalah salah satu dari bentuk perubahan organisasi.

B. Langkah-Langkah Perubahan Organisasi

Perubahan organisasi merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan, maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun sistem manajemen suatu organisasi. suatu organisasi tidak harus melaksanakan suatu perubahan. Hal ini merupakan suatu strategi untuk memenuhi beberapa keseluruhan tujuan dari suatu organisasi.
Langkah tersebut terdiri dari :

a. Mengadakan Pengkajian
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif.

b. Mengadakan Identifikasi
 Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.

c. Menetapkan Perubahan
 Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.

d. Menentukan Strategi
Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.

e. Melakukan Evaluasi
 Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.

C. Perencanaan Strategi Dan Pengembangan Organisasi
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan strategi dan pengembangan organisasi:

 Pengamatan Eksternal
    Yaitu dengan memperhatikan kesempatan dan ancaman di segala aspek, baik ekonomi, politik, teknologi, budaya dan lainnya yang semua variable itu akan membentuk karakter organisasi. Metode ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Wayne E. Rosing, wakil Direktur pengembangan Sun Microsystems, Inc ”Tidak ada satupun yang memotivasi Sun kecuali ketakutan akan apa yang dilakukan oleh pesaing ”.

Pengamatan Internal
    Terdiri dari eavaluasi SDM dan struktur organisasi, dengan tujuan mengukur kesiapan SDM (inputs) strategi sekarang (process), kinerja (outputs) dan potensi dalam yang akan membentuk kedinamisan organisasi. Dalam internal terdapat dua variable yang penting, yaitu, Struktur dan Budaya. Struktur berkenaan dengan mekanisme, prosedural organisasi. Budaya adalah yang berkenaan dengan pola keyakinan dan pemikiran, aspirasi dan nilai-nilai yang diharapkan oleh semua anggota organisasi.

Perumusan Organisasi.
    Adalah pengembangan planing jangka panjang, dari menejemen yang efektif dari kesempatan dan ancaman yang disinergiskan dengan kondisi internal.

Misi.
    Misi Organisasi adalah tujuan atau alasan mengapa organisasi ada dan mempertegas keberadaan organisasi. Konsep misi yang disusun dengan sistemik dan general itu akan menjadikan ciri khas organisasi dengan organisasi yang lain, dan berperan terhadap uniknya nilai produk organisasi yang ditawarkan. Konsepsi misi yang apik juga dapat meminimalisir konflik internal yang dianggap kurang prinsip dan membantu meningkatkan intensitas diskusi dan kajian secara produktif. Namun sebelum mengembangkan misi, alangkah baiknya menetukan analisis stakeholder. Dalam hal ini stakeholder organisasi adalah, SDM, atau organisasi apapun dieksternal yang yang dapat melakukan perhatian yang dipengaruhi oleh hasil itu.

Tujuan.
    Adalah hasil akhir aktivitas perencanaan, dengan merumuskan apa dan kapan yang akan diselasaikan dengan mengukur sasaran.

Strategi.
    Strategi merupakan konsep perencanaan komprehensif tentang bagiamana organisasi dapat mencapai misi dan tujuan.

Kebijakan
    Adalah pedoman luas yang menghubungkan strategi dan implementasi. Kebijakan ini bersifat general yang nantinya akan diikuti dan disepesifikan dan di interpretasikan dan di implementasikan oleh devisi-devisi melalui strategi dan tujuan devisi masing-masing.

Implementasi strategi
    Adalah proses dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakan dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur.

Program
    Adalah pernyataan aktivitas-aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan pereencanaan sekali pakai.

Anggaran
    Adalah program yang dinyatakan dalam satuan uang, setiap program akan dinyatakan secara rinci dalam biaya, yang dapat digunakan oleh SDM untuk mengelola organisasi.

Prosedur
    Sering juga disebut dengan standard operating proscedures, yaitu langkah-langkah yang berurutan yang menggambarkan dengan rinci bagaimana suatu tugas atau pekerjaan diselesaikan.

Evaluasi dan Pengendalian
    Adalah proses yang melalui aktivitas-aktivitas dan hasil kerja dimonitor dan kinerja nyata dengan kinerja/program yang diinginkan. Hasil yang diharapkan dalam sebuah organisasi adalah bentuk peningkatan efektivitas organisasi : produk, efesiensi, dan kepuasan dalam jangka pendek, adaptasi dan pengembangan dalam jangka menengah, kemampuan berrtahan dalam jangka panjang.


Sumber :
http://shirotuna.blogspot.co.id/2015/07/perubahan-dan-pengembangan-organisasi.html

Sabtu, 26 Desember 2015

Desain organisasi yang umum :

Struktur sederhana
Struktur sederhana adalah sebuah struktur yang dicirikan dengan kadar departementalisasi yang rendah, rentang kendali yang luas, wewenang yang terpusat pada seseorang saja, dan sedikit formalisasi. Struktur sederhana paling banyak dipraktikkan dalam usaha-usaha kecil di mana manajer dan pemilik adalah orang yang satu dan sama.

Birokrasi
Birokrasi adalah sebuah struktur dengan tugas-tugas operasi yang sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan yang sangat formal, tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam berbagai departemen fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali yang sempit, dan pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando.

Struktur matriks
Struktur matriks adalah sebuah struktur yang menciptakan garis wewenang ganda dan menggabungkan departementalisasi fungsional dan produk. Struktur matriks dapat ditemukan di agen-agen periklanan, perusahaan pesawat terbang, laboratorium penelitian dan pengembangan, perusahaan konstruksi, rumah sakit, lembaga-lembaga pemerintah, universitas, perusahaan konsultan manajemen, dan perusahaan hiburan.

Macam - macam Desain Organisasi :
  • Desain Organisasi Tradisional
- Struktur yang simpel : departemensialisasi rendah
- Struktur yang fungsional : pembagian departemen berdasarkan fungsi
- Struktur yang divisional : terdiri dari beberapa divisi dengan terbatasnya otonomi dibawah koordinasi dan kontrol dari bagian atas perusahaan
  • Desain Organisasi Kontemporer
- Tim Terstruktur : terdiri dari beberapa grup kerja dengan memberi wewenang kepada karyawan untuk memanajemen diri sendiri
- Matriks dan Struktur Proyek : Para spesialis ditugaskan untuk mengerjakan proyek yang dipimpin oleh seorang project managers : Matrix and Project Participants mempunyai dua managers dan karyawan terus berkerja pada proyek, dan akan pindah setelah proyeknya selesai
- Organisasi tanpa batas-batas organisasi yang jelas : desain organisasi yang fleksibel dan tidak terstruktur yang cenderung untuk tidak terdapat penghalang antara organisasi dengan para pelanggan dan supplier
- Menghapus penghalang (horizontal)
- Menghapuskan batas-batas external, mendekat ke stakeholder

Departementasi adalah suatu aktivitas untuk menyusun satuan organisasi yang akan diserahi bidang kerja tertentu atau fungsi tertentu.Efisiensi kerja tergantung kepada keberhasilan integrasi satuan-satuan yang bermacam-macam dalam organisasi.Proses penentuan cara bagaimana kegiatan dikelompokan disebutkan departementasi.
 
1. Departementasi Fungsional
                Adalah pengelompokan fungsi yang sama atau kegiatan yang sejenis untuk membentuk satuan organisasi.Departemen ini merupakan bentuk organisasi yang paling umun dan bentuk dasar dari departementasi.Individu dikelompokan berdasarkan ketrampilan,pengetahuan,dan tindakan yang dilakukan.Misalkan organisasi dalam bagian administrasi,dan bagian operasi.Pembentukan satuan organisasi yang masing-masing diserahi mengurus sekelompok aktivitas yang tergolong sejenis menurut sifatnya atau pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan,agar lebih tercapinya tujuan dengan tepat dan efektif dalam penggunaan waktu.
 
2. Departementasi Devisional
                Departementasi ini berdasarkan pada divisi melihat produk,layanan,dan klien sebagai faktor dasar pengelompokan.Pola ini digunakan untuk memudahkan usaha antisipasi ancaman atau oportuniti dari luar organisasi.Misalnya organisasi otomotif,organisasi terbagi atau divisi otomotif,divisi internasional,divisi keuangan,divisi keamanan.


Contoh model struktur Organisasi LDK Fajrul Islam. Terdapat juga beberapa departemen seperti Kaderisasi dan Syiar :